Oleh: artacuakep | Maret 26, 2009

DAUN

daunAda sebuah prosa tentang cerita kasih sejati , kasih itu diibaratkan daun !!! Hijau melambai – lambai enak dipandang mata , namu daun itu akan berguguran jatuh ketanah , coklat tak lagi hijau . Setelah mencurahkan kasihnya pada kehidupan . Kehidupan itu berjanji pada daun agar dicintai dan dikasihi , daun mencoba menepati janji dari kehidupan tersebut !!! Selayaknya seorang kekasih ( Daun ) mencurahkan cintanya , pada pujaan hati ( Sang Kehidupan ) .Daun menentang kerasnya Alam !!! Agar daun bisa menjadikan sebuah bunga yang indah dan buah yang manis. Untuk disajikan pada kehidupan .

Dikala siang !!! Daun menantang teriknya sang Mentari yang panas dan membakar . Namu tetap hijau !!! Agar bunga cepat bersemi , mekar , dan mewangi . Dikala malam !!! Daun melawan kerasnya terpaan badai dan dinginnya malam . Namu tetap tegar bak Mahkota Raja , kuat tak tergoyahkan oleh apapun !!! Agar dahan – dahannya kuat menompang buah yang manis , nantinya .
Dikala pagi !!! Daun meneteskan air matanya yang jerni dan suci , bak embun pagi yang menyejukkan jiwa !!! Agar akar – akarnya tak leti menanti hujan .

Bunga pun mulai tumbuh dan bersemi indah dan mewangi . Menjadi buah yang manis untuk disajikan pada kehidupan . Namu kehidupan telah mengingkarinya setelah buah yang manis disajikan pada kehidupan , dan dikenyami rasanya !!! Dengan muda kehidupan membuangnya karena rasa bosan . img2037

Daun bersedi , daun berguguran ketanah coklat tak lagi hijau , tak perna dihargai jeripaya daun , tak berarti terabaikan , dan melayang – layang diterpa angin . Dimana janji kehidupan itu ??? Sia – siakah perjuangan daun tersebut !!! Aku lah daun tersebut , dan kamu lah kehidupan tersebut . Sekarang liat aku wahai kasih ku , aku seperti daun ini coklat tak lagi hijau mati dalam harapan semu kehidupan .

Namu aku tetaplah daun , yang masik memiliki harapan asalkan pohonku ( Jiwaku ) tak mati . Dengan hembusan angin !!! Daun menggais sisa – sisa bagian yang ada dan menjadikan satu . Ku pupuk pohonku ( jiwaku ) agar daun memiliki kesempatan , karena alam telah merestuinya . Kini daun lebih berarti , daun lebih bermakna , dan daun lebih diberkhai oleh pemilik kehidupan ( Tuhan ESA ) .

Karena pengorbanan daun bermanfaat bagi jiwa – jiwa yang kurang kasih sayang . Daun bersemi kembali pada jati dirinya menemukan kehidupan yang sangat menghormati dan mengasihinya . Karena daun bagiku adalah kasih sejati yang tulus mencintai dan mau berkorban demi kekasihnya .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: