Oleh: artacuakep | April 11, 2009

Peringatan Hari Meteorologi Dunia di Tengah Isu Global Warming

ISU terjadinya pemanasan global ( global warming ) sebagai akibat meningkatnya aktifitas umat manusia yang menyebabkan rusaknya tabir sinar ultra violet di atmosfer . Menarik perhatian dan menimbulkan keprihatinan sebagai besar umat manusia . Adanya pemanasan global dapat dirasakan dengan semakin tingginya suhu udara sehingga terasa sangat panas sekali . Dampak dari peringatan suhu udara ini menibulkan kekhawatiran mencairnya gunung es di kedua kutub bumi hingga naik kepermukaan air laut .

Terjadinya banjir dari sepanjang pesisir pantai akibat pasang naik muka laut yang terjadi dibeberapa kota , mulai Aceh , Padang , Jakarta , Tegal , Semarang dan beberapa kota lainnya . Dapat dijadikan sebagai bukti betapa seriusnya ancaman tersebut bagi kita yang hidup dimuka bumi ini .

Organisasi Meteorologi dunia ( WHO ) yang bernaung diperserikatan bangsa – bangsa bersama – sama 188 anggotanya , setiap saat selalu memperhatikan fenomena yang terjadi dimuka bumi . Dan setiap ulang tahunnya yang jatu pada tanggal 23 Maret , WMO selalu mencanangkan gerakan internasional untuk melakukan pengamatan , penelitian dan usaha penangulangan untuk mengatasi penurunan derajat kerusakan iklim dunia . Misalnya melalui diskusi , seminar atau kegiatan ilmia lainnya yang diikuti oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu , mulai dari pakar Meteorologi , Klimatologi , Lingkungan Hidup , dan lain sebagainya .

Di Indonesia , badan pemerintah yang mempunyai tugas dibidang Meterologi , Klimatologi , dan Geofisika (BMKG) . Mungkin banyak orang bertanyak apa itu BMKG , apa nga salah tulisan ? Jawabnya , tidak . Dulu memang namanya badan meteorologi dan geofisika (BMG) , namu seiring dengan bertambahnya tugas , kewenangan dan tanggung jawab pemerintah melalui peraturan Presiden No.61 Tahun 2008 memutuskan BMG berubah menjadi badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika yang disingkat BMKG .

Badan Meteorologi , Klimatologi , dan Geofisika mempunyai tugas dibagian pemeritahan dibidang Meteorologi , Klimatologi , Kualitas udara , dan Geofisika sesuai dengan perundang – undang yang berlaku. Seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi , tugas yang harus diemban BMKG tidaklah ringan , tanggung jawab dan kerja keras harus dikerjakan ole aparatur yang bertugas dilingkungan ini . Hal ini mengingatkan betepa sangat luas wilayah Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke , terdiri atas ribuan pulau dengan topografi yang berbeda – beda serta perairan yang maha luasnya .

Mengingat hal itu , maka BMKG dalam melaksanakan tugasnya didukung lima kantor balai besar Meteorologi dan Geofisika yang berkedudukan diMedan , tTanggerang , Denpasar , Makassar , dan Jayapura serta 178 Unit pelaksana Teknik dalam bentuk Stasiun Meteorologi penerbangan , yang bertugas menyelenggarakan perhubungan udara berkedudukan disetiap bandara udara , Stasiun Meteorologi Maritimi bertugas menyelegarakan pelayanan Meteorologi keMaritiman berkedudukan dipelabuhan laut , kemudian Stasiun Klimatologi bertugas menyelanggarakan pelayanan Klimatologi (pertanian) dan kualitas udara kedudukannya dikota – kota terpilih .

Stasiun Geografik yang bertugas menyelenggarkan pelaksanan dibidang Geografik , kedudukan dikota – kota terpilih , yakni kota yang rawan gempa dengan dukungan aparatur negara yang mengabdi didalamnya mencapai kurang lebih 3000 orang , baik menjadi pejabat struktur , pejabat fungsional sebagai pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) dan staf .

Sektor – sektor lain yang mendapatkan dukungan dari BMKG yakni peternakan , kehutanan , kesehatan , pengelolahan sumber daya air energi , pariwisata , dan lain sebagainya menjadikan BMKG sebagai ujung tombak didalam memberikan pelaksanaan kepada masyaraakt .

Cerita tentang petugas kepanasan atau kehujanan kala menjalankan tugas bukan suatu isapan jempol , namu suatu kenyataan dan menjadi tantangan tersendiri . Sepi ditemanin kegelapan seorang diri dilereng bukit ketika menjalankan tugas pengamatan aktivitas kegempaan bumi , juga bukan suatu siksaan . Pengabdian saudara – saudara kita yang bertugas dipelosok seperti ini perlu diberi apresiasi yang setimpal , walaupun mereka menerima gaji bulanan sebagai haknya .

Dukungan peralatan pengamatan dan pengolahan data seperti ini sudah cukup memadai dibandingkan dengan keadaan dua dasawarsa sebelumnya , Peralatan dengan teknologi tinggi , seperti misalnya komputer pengeloh data , radar cuaca , receiver citra awan dari satelit , radio sonde , seismograph , telemetri , automatic weather station (AWS) atau alat canggih lainnya bukan lagi merupakan barang yang langkah lagi di BMKG . Bahkan UPT yang berlokasih dipelosok desa pun telah banyak memiliki dan para PMG pun telah mampu mengoperasikannya .

Untuk meningkatkan motivasi semangat kerja serta menitik beratkan kegiatan apa yang perlu dilaksanakan ditahun 2009 ini , Badan Meteorologi Dunia dalam ulang tahunnya yang ke 59 seperti yang disampaikan ole Dewan Eksekutifnya telah menetapkan tema ” Weather , Climate and Air We Breath (cuaca , iklim , dan udara yang kita hirup) ” menjadi pilihannya .

Tema ini dipilih sesuai dengan keadaan masyarakat Dunia saat ini yang sedang berusaha mewujudkan tujuan pembangunan millenium Perserikatan Bangsa Bangsa , khusus dalam hal kesehatan , makanan , perlindungan air , dan pengurangan kemiskinan . Juga karena kesadaran , bahwa telah ditengarai adanya korelasi yang bermakna antara cuaca , iklim , komposisi udara yang kita hirup dan efek pada kesehatan manusia .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: