Oleh: artacuakep | April 15, 2009

MENGATUR POLA TIDUR BALITA

BINGUNG menghadapi sikap anak yang mengajak bermain dimalam hari ? Semua orang tua pasti mengalami fase – fase ini , dimana sang anak sedang semangat mengalami sesuatu sementara orang tua mengalami kelelahan . Meski merasakan kasihan , ada tidak bole meladeni permintaan dimalam hari , apalagi diatas jam tidur . Jika ia dibiarkan berkadang akan terjadi sesuatu kondisi yang disebut Rainforcement atau penguatan . Artinya anak akan merasa apa yang dilakukan adalah benar dan diterima oleh sekitar .

Esok ia akan mulai kembali bergadang , begitu seterusnya . Bila hal ini dibiarkan berlarut – larut , pola tidur anak akan terganggu . Di kemudian hari , tentu saja anda akan kerepotan , misalnya anak jadi sulit bangun pagi dan sulit berkonsentrasi di waktu terang karena ia berfikir malam adalah waktu bermain . Jangan sampai ini terjadi , tegaslah mengatur jadwal tidur anak mulai dari sekarang .

Penelitihan yang melibatkan seribuh relawan , yaitu 987 ibu dan ayah yang diberi serangkain pertanyaan mengenai pola tidur si buah hati . Para orang tua merinci kondisi emosional , faktor sosial Demografis , dan kebiasaan tidur anak hingga mereka jenjang usia 6 tahun . Mereka juga mencatat gangguan tidur apa saja yang dialami si kecil , adanya mimpi buruk , total waktu tidur dan waktu yang dibutuhkan anak untuk terlelap kembali setelah terbangun dimalam hari .

Studi yang diketauhi Alerie Simard , dari Departemant of Psychology at the Universite de Montral ini meneliti kebiasaan oratua saat si kecil tidur . Para penelitihan menemukan bahwa pola tidur balita dipengarui kebiasaan orangtua . ” Jika orangtua suka begadang maka anak balita atau batita mereka akan cendrung ikut bergadang . Itu terjadi anak mengikuti pola yang dilakukan orangtua , ” Kata Alerie Simard .

Selain pola tidur yang terpengaruh orangtua yang suka begadang , dalam penelitihan itu juga ditemukan bahwa memberi makanan atau minuman saat bangun ditengah malam bisa memicuh anak bermimpi buruk . Bahkan memeluk si kecil ketika ia terbangun , justru akan memperlambat anak untuk tertidur kembali .

Menemani anak saat akan tidur , selalu hadir saat anak terbangun atau memberi makanan atau minuman saat dia terbangun pada malam hari , menjadi senjata orangtua yang mungkin efektif agar anak tidur kembali . Namu menurut studi tersebut , kebiasaan ini berakhibat kurang baik .

Jika seorang ibu percaya bahwa bayinya menangis dan terbangun hanya karena lapar , maka mereka merespons secara keliru . Ini memicu mimpi buruk pada anak dan memangkas lama waktu tidur ketika si anak mencapai usia 4 hingga 6 tahun .

Simard mengingatkan “Orangtua sering menemani si anak tidur sebagai reaksi spontan , tetapi kebiasaan ini bukan pilihan terbaik untuk mencegah gangguan pola tidur anak untuk masa yang akan datang , ” tandasnya lagi . Solusi terbaik , menurut Simard , adalah dengan cara menciptakan jam Biologis si kecil dengan mengubah dan mengkoreksi pola tidurnya . Misalnya dengan mengondisikan anak untuk lebih banyak beraktivitas pada siang hari maupun sore hari .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: