Oleh: artacuakep | Juni 24, 2009

KEJAWEN

###TIRAKAT ALAH KEJAWEN.###

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah tirakat yang bermaksud mendekatkan diri kepada tuhan, berupa perilaku, hati dan pikiran.

Tirakat adalah bentuk upaya spiritual seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan badan untuk mencapai sesuatu dengan jalan mendekatkan diri kepada tuhan.

Berpuasa temasuk salah satu bentuk tirakat , dengan berpuasa orang menjadi tekun dan kelak mendapat pahala, orang jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal penting. Menurut kesusastraan jawa orang yang bertahun-tahun berpuasa dianggap sebagai orang keramat. Karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan tinggi. Serta mampu menahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai, selain puasa kegiatan tirakat lainnya adalah meditasi dan semedhi.

Menurut Koentjaraningrat meditasi dan semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapa brata , yang dilakukan ditempat-tempat yang dianggap keramat missal gunung, makam leluhur, ruang yang memiliki nilai keramat dsb. Pada umumnya orang yang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan diri dengan tuhan.

###Ada beberapa bentuk puasa dan tirakat misalnya:###

1. tidak tidur semalam suntuk/ pati geni tidak boleh keluar kamar semalam suntuk, tidak boleh tidur dan makan minum.
2. puasa senin kamis
3. mutih mulai dari kemampuan satu hari hingga 40 hari hanya makan nasi putih dan minum air putih sedikit pada saat matahari terbenam.
4. ngeruh yaitu hanya boleh makan sayur dan buah , dilarang yang bernyawa.
5. ngebleng yaitu tidak keluar kamar sehari semalam , tidak ada lampu, hanya keluar saat buang air kecil, tidak boleh tidur, makan dan minum
6. nglowong hanya makan tertentu dengan waktu tertentu tidur hanya 3 jam
7. ngrowot hanya boleh makan satu jenis buah maksimal 3 buah dari subuh sampai magrib.
8. nganyep/ ngasrep boleh makan sembarang tapi yang tidak ada rasanya dan harus didinginkan sedingin dinginnya.
9. ngidang hanya boleh minum air putih dan daun. Lainnya tidak boleh.
10. ngepel hanya makan nasi sehari satu kepal sampai 3 kepal saja.
11. wungon tidak boleh makan minum dan tidak tidur selama 24 jam
12. ngalong , puasa ngrowot sambil menggantung di atas pohon dengan posisi kaki diatas kepala dibawah / sungsang.
13. topo jejeg yaitu tidak boleh duduk selama 12 jam
14. lelono melakukan perjalanan malam jam 12 sampai jam 3 untuk mawas diri atas kesalahan yang diperbuat selama ini.
15. kungkum yaitu puasa bersila dalam sungai yang ketemu dua arusnya mulai jam 12 malam sampai jam 3 atau jam 4 pagi.
16. topo pendem / ngluwang yaitu puasa dikubur hidup-hidup hanya deberi jalan nafas, biasanya selama 3 hari atau 7 hari, pertaruhannya nyawa dan hasilnya adalah mampu menghilangkan tubuh dari pandangan orang atau melihat jelas dengan mata telanjang orang/ mahluk – mahluk ghoib.

Secara umum bertirakat / berpuasa harus dimulai dengan mandi keramas / bersuci dan niat dalam hati untuk mendekatkan diri pada tuhan.

###Watak seseorang menurut neptu kelahiran:###

Jumat kliwon: Jika pria tidak banyak bicara, jika wanita banyak bicara tanpa memandang pria.

Sabtu legi: kokoh pendapatnya , pandai mencari harta, kaya dermawan sebaiknya memelihara kuda

Minggu pahing: nampaknya angkuh pandai, banyak akalnya berhati – hati perasaanya halus pandai memutar dunia.

Senin pon: manis bicaranya pandai mengambil hati orang lain dan dapat mencari rejeki

Selasa wage: tidak suka dinasehati, bicaranya sulit diatur, bila wanita banyak menyimpan uang.

Rabo kliwon: pandai bicara, pikirannya selalu tertuju pada wanita, sulit bersikap seperti pendeta, hawanya kerusuhan melulu

Kamis legi: luas pandangannya, tidak suka diatur, bila wanita : jelek , sering bertengkar tidak menghormati pria.

Jumat pahing: pendiam , jika bodoh terlampau bodohnya , jika berubah pandai ya pandai sekali. Menjadi teladan banyak orang dan banyak memiliki pengetahuan.

Sabtu pon: dapat menjadi ahli teknik (jika pria) jika wanita pandai mencari uang tanpa gengsi dan malu.

Ahad wage: mempunyai kemauan yang besar jika punya keninginga sulit dihalangi, jika wanita itikadnya tidak baik.

Senin kliwon: berpikir tenang, jika masih muda nakal setengah mati, akan tetapi setelah tua fikirannya halus dan budinya baik.

Selasa legi: pendiam , banyak akal buah fikirannya baik, kurang menghargai dirinya tapi cenderung selamat.

Rabo pahing: sedikit angkuh, tidak senang jika ada yang melebihi, senang dipuji keras pendapatnya sebenarnya mudah untuk mendapat kecocokan.

Kamis Pon: jika wanita pesolek, angkuh, pendiam,hemat, pikiranya sulit dimengerti dan tenang.

Jumat wage: banyak bicara, tepat pembicaraanya ihlas terang selalu behati hati tetapi sering mendapat rintangan.

Sabtu kliwon: sebenarnya bodoh tetapi berlagak pandai, malas bekerja, pelupa tetapi meliliki kesungguhan hati.

Ahad legi : pelupa, kepandaianya kurang dipergunakan, jika pria ia senang pada wanita yang kurang baik/wanita suka selingkuh

Senin Pahing: tamak, dalam bekerja cukupan, jika wanita pikirannya akan sangat baik

Selasa pon: berpikiranya kurang bagus, tidak senang membesarkan masalah, jika wanita sangat bagus untuk diperistri atau diwayuh/diselir/dijadikan istri ke…

Rabo wage: berpikirnya cukupan dalam lapangan pekerjaan maju, jika wanita sering berbuat curang kepada suaminya.

Kamis kliwon: berpikirnya kurang, dalam pekerjaan sangat sungguh-sungguh, pikirannya cukupan

Jumat legi: pendiriannya tidak tetap jika ada yang melebihinya hatinya gundah dan merasa kecewa, kalau di salip dalam mengemudi pasti nggondok.

Sabtu pahing: baik pria ataupun wanita akan hebat dalam mencari keuntungan dan pandai memegang rahasia

Ahad pon: berpikirnya kurang, selau percaya pada orang lain jika
wanita lebih baik hatinya, dapat menyimpan harta suaminya.

Senin wage: berpikirnya kurang , tidak suka menerima pendapat orang lain, berani mati, berani menderita , jika wanita malah sangat baik hatinya.

Selasa kliwon: jika bodoh terlampau bodoh jika pandadai dapat menjadi sastrawan atau ulama.

Rabo legi: sederhana, mau memberi dan diberi, jika wanita berpikiran baik

Kamis paing : pendiam, tidak banya berpikir, bekerja dengan
besungguh sungguh , menjadi priyayi yang dicintai para bangsawan dan pekerjaanya cukupan.

Jumat pon: banyak akalnya jik sudah kecewa hatinya oleh orang lain maka akan kapok dan benci selamanya, tidak suka bergaul mempunyai keinginan aneh.

Sabtu wage: pelupa, kaku keras wataknya, kurang menyenangkan, jika sudah marah meledak –ledak tapi hanya sementara.

Ahad kliwon: tamak, mempunyai banyak keinginan , jika wanita pemboros jangan dikawini bila tak ingin melarat .

Senin legi: Pendiam, tidak banyak kemauan , tenang pikiranya, jika wanita bekerjanya telaten, cerdas, dan sungguh-sunguh

Selasa pahing: pemalu, pemalas, kaku hatinya rendah perbuatanya jika wanita: baik, berbakti pada suami.

Rabo pon: berpikir kuat, suka bekerja mempunyai pendirian yang tetap jika wanita hemat, tetapi kaku keras keinginannya.

Kamis wage: bertanggung jawab, tahan menderita keras budinya , jika wanita berpikirnya setengah-setengah.

###SUMBER KEMAMPUAN GHOIB###

Ada dua istilah yang sering ditemukan dalam acara tidak tertulis misalnya istilah makrifatullah dan makrifat setan, dalam referensi ilmiah tidak akan ditemukan istilah makrifat setan karena hanya istilah yang berasal dari kejadian dan berupa kesimpulan sepihak dari beberapa praktisi kemistikan jawa atau kemistikan islam.

Kedua istilah adalah penyebutan kepada seseorang yang sudah mempunyai tingkat mistik yang dianggap tinggi misalnya menyembuhkan orang yang sakit, sabdo pandita , weruh sadurunge winarah (tahu sebelum terjadi) bahkan kemampuan menghidupkan orang yang telah divonis mati oleh seorang dokter.

Kedua tingkat itu adalah sederajat hanya saja untuk makrifattullah adalah digolongkan dalam golongan orang baik ( panengen/aliran putih) sedangkan makrifat setan adalah mempunyai kemampuan yang sama tinggi sama tanding dengan makrifatullah hanya saja didorong oleh hawa setan atau hawa nafsu.

Jika seseorang mempunyai kekuatan “linuwih” derajat makrifat yang tinggi bukan berarti selalu disebut sudah sangat suci dan sempurna. Ada berbagai “sumber dan sebab” sehingga orang tersebut bisa menjadi linuwih sudah dibahas di artikel sebelumnya pada topic meraga sukma yaitu:

1. disebabkan karena “mengolah ilmu ghoib” dengan doa-doa , mantra berkodam (mahluk ghoib yang akan datang bila doanya dibaca sering disebut ghoib pembantu bukan jin) , dan lelaku yang mengundang energi dari luar dirinya. Dampak dari laku ini adalah mengalirnya rejeki sangat sulit ( sulit cari uang, sulit bekerja ) seperti tersumbat disebut model “balong kere” perawakan miskin, cenderung diam, sangat sakti, tetapi agak berdampak pada keturunan selanjutnya.

2. disebabkan karena “perewangan” lelaku sedikit saja dan karena dengan “tiket khusus” walau perut kenyang sudah bisa hebat kemampuannya, tiket itu adalah berupa perjanjian atau berkawan dekat dengan mahluk jin atau siluman. Dampak dari lelaku ini adalah orangnya cenderung kaya diluar ukurannya, rejekinya seperti hujan deras, disebut model “balong gajah/tulang gajah/banyak uang walau tampak kumuh”, sangat sakti, perangainya umumnya jelek karena gawan/pembawaan perewangannya, sangat berdampak pada keturunan selanjutnya. Agen-agen kekuatan ini adalah misalnya Penghuni Segoro Kidul (Ratu Kidul Palsu), Eyang Yugo Gunung Kawi Jatim, Nyi Blorong, Gendra Sari Gunung Pandan, Jambrong Gunung Salak dll. Para agen ini punya anggota pemasaran seperti agen-agen pulsa HP/Vucher HP yang menjamur diberbagai tempat yang nyata dan yang ghoib .(pada saat menulis/membuka rahasia ini penulis sempat diserang oleh mereka tapi syukur Alhamdulillah masih dilindungi Tuhan yang Maha Kuasa)

3. disebabkan karena “titisan leluhur yang waskita”. Umumnya terlahir dalam keadaan orang tua yang jujur tetapi miskin atau kesulitan dalam hidupnya, tidak mampu sekolah tapi berkemampuan bergaul dengan berbagai kalangan, sangat sakti walau tanpa lelaku, cenderung kasih

4. disebabkan karena “titisan jin/ilmu ghoib orang tuanya” mirip dengan titisan leluhur yang waskita tetapi yang membedakan adalah orangnya cenderung pembohong, sangat sakti cenderung masuk golongan pangiwa (golongan kiri) berdampak buruk pada keturunan selanjutnya.

5. disebabkan karena “lelaku semar” yaitu orangnya menjalani hidup dengan sabar, jujur, nerimo tabah dan tawakal yang diolah adalah keluhuran budi (keghoiban jati diri) kemampuan dari metode ini tidak bisa ditentukan kapan seseorang menjadi hebat , atau berilmu “laduni” yang berkemampuan menguasai segala pengetahuan dan menguasai segala bahasa manusia ataupun hewan atau bahasa leluhur.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: