Oleh: artacuakep | Juli 3, 2009

Megawati-Prabowo Bervisi Kerakyatan

Setelah melalui proses alot dan panjang, pasangan Calon Presiden (Capres) Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum DPP PDIP) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra) akhirnya disepakati dan diumumkan, di Rumah Perjuangan Jalan Teuku Umar, Jakarta, tengah malam Jumat 15 Mei 2009.

megawatiMega bersyukur, di penghujung waktu batas akhir pendaftaran pasangan calon, akhirnya proses panjang berakhir dengan kesepakatan. Kesepakatan pasangan Capres-Cawapres yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra, ini ternyata tidak lagi hanya melahirkan suatu kesatuan visi-misi melainkan sudah sampai pada pembagian tugas yang akan diemban jika memenangkan pertarungan dan menjadi pemimpin negeri ini.

“Insya Allah kalau mendapat dukungan dari rakyat dan Allah SWT, maka kalau saya terpilih menjadi Presiden RI kembali dan Bapak Prabowo sebagai wapres saya, dalam penugasan yang akan ada pada Beliau, Beliau akan melaksanakan tugas yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan,” ujar Capres Megawati dalam jumpa pers (pengumuman) di Rumah Perjuangan Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat ( 15/5 ) tengah malam.

Megawati mengatakan, kami ingin berjuang bersama dalam rangka menegakkan NKRI, Pancasila dan menyejahterakan rakyat Indonesia melalui ekonomi kerakyatan yang berdasarkan penugasan dan di dalam rangka menjalankan apa yang telah diinginkan founding fathers kita, Bung Karno, untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan merasa terhormat dipilih menjadi Cawapres yang akan mendampingi Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia menyatakan menerima posisi pendamping Megawati, sebagai sebuah kehormatan dan rasa tanggung jawab kepada rakyat Indonesia.

“Saya mendapat kehormatan yang besar diajak Ibu Mega untuk mendampingi Beliau dalam rangka meraih mandat dari rakyat Indonesia sebagai Wapres Beliau untuk memimpin perubahan, memimpin perbaikan kehidupan bangsa dan ekonomi bangsa,” ujar mantan Pangkostrad itu.

Menurut Prabowo, dari sisi nilai-nilai yang diperjuangkan, Prabowo merasa ada kecocokan dengan PDI Perjuangan. “Nilai-nilai yang diperjuangkan PDI Perjuangan dan Ibu Mega, sama dengan yang dianut Gerindra. Kedua partai mempunyai komitmen besar pada Pancasila, kedulatan ekonomi, berpihak pada wong cilik, petani, nelayan, guru, pedagang kecil, dan mereka yang sampai saat ini masih dalam keadaaan susah,” Prabowo.

Sekjen PDIP Pramono Anung mengatakan pendaftaran pasangan ini akan dilakukan pukul 13.00 Sabtu 16 Mei 2009. Lalu, pendeklarasian pasangan Mega-Pro ini akan dilakukan di di tengah perkampungan masyarakat kecil yang identik dengan pertanian atau perkampungan nelayan, hari Senin atau Selasa pekan mendatang.
prabowo
Proses pinang-meminang pasangan ini berlangsung paling alot. Pasangan ini sudah saling melirik jauh hari sebelum Pemilu Legislatif. Namun keduanya sudah ditetapkan partai masing-masing sebagai Capres untuk dapat berjuang dan mengabdi secara optimal sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah menobatkan Megawati sebagai Capres secara internal dalam Kongres PDIP di Bali (2005), yang juga semakin dimatangkan dalam dua kali Rakernas dan Rapimnas. Dalam Rakernas dan Rapimnas PDIP ini pun sudah mulai disebut-sebut beberapa nama Cawapres pendamping Megawati (sebagai hasil penjaringan melalui survei dan internal partai), di antaranya Prabowo. Bahkan dalam Rapimnas terakhir, 25 April 2009, nama Prabowo menduduki peringkat teratas sebagai kandidat Cawapres. Prabowo sendiri didaulat memberi sambutan pada Rapimnas tersebut.

Prabowo, mantan Pangkostrad berpangkat jenderal berbintang tiga, itu juga tampak memberi reaksi merasa terhormat masuk nominasi PDIP sebagai Cawapres. Namun, dalam rangka optimalisasi pengabdian, militer yang kemudian sukses sebagai pengusaha ini lebih berobsesi menjadi presiden, RI-1.

Untuk bisa memenuhi hal itu, putera begawan ekonomi Prof. Soemitro Djojohadikusumo ini sudah ‘mendirikan’ Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan dideklarasikan Kamis 17 April 2008. Namun, awalnya Prabowo masih berada (memimpin) ‘dari luar’ Gerindra. Ia masih menjabat Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar, di mana ia pernah masuk dalam lima besar kandidat Capres Pemilu 2004.

Setelah Gerindra lolos seleksi sebagai partai peserta Pemilu 2009 oleh KPU, ia pun pamit dari Golkar dan kemudian secara resmi (formal) menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra. Posisi, kewenangan dan pengaruhnya tak ubahnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat. Partai Gerindra pun dalam Rapimnas menetapkannya sebagai Capres pada Pilpres 2009. Prabowo tampil sebagai personifikasi Partai Gerindra. Ia bergerak dengan cekatan sehingga Partai Gerindra berhasil lolos parliamentary threshold dengan meraih 4.646.406 (4,46 persen) suara atau 26 kursi DPR dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009. Dengan posisi ini, Prabowo pun berupaya menggalang koalisi untuk bersatu mengusungnya sebagai Capres.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: